Ku Turuti Apapun Maumu Mas

0



Mata Rina sesekali menatap ke arah jam dinding. Rina nampak gugup, jantungnya terasa berdetak kencang. Wajah cantiknya tak bisa menutupi ketegangan yang dirasakannya. Namun tak berapa lama, pria yang di tunggunya akhirnya datang juga. Pria Itu tersenyum berjalan kearahnya.


“Saya Reno mba”sapa sang Pria menatapnya dengan tatapan nakal


“aku Rina, panggil nama saja nggak usah pake Mba”jawab Rina


“oke Rina”jawabnya


Rina agak sedikit risih berhadapan dengan orang yang baru dikenalnya. Reno memang tidak tampan bahkan jauh dari kriteria pria yang disukainya. Kulitnya kecoklatan kontras dengan dirinya yang berkulit putih. Namun Reno memiliki dada bidang dan agak berotot. Rina menaksir usianya mungkin tak jauh beda darinya hampir berkepala tiga.


Reno lah yang terpilih dari sekian kandidat untuk menemaninya malam ini. Ya, menemaninya bercinta. Merasakan sebuah petualangan baru dalam kehidupannya. Keduanya bukan berada di cafe, restoran atau disebuah Club melainkan berada di dalam sebuah kamar Hotel.


Rina mulai mengatur nafasnya. Menenangkan dirinya supaya tidak grogi. Tampilan Rina malam ini sungguh menggoda. Rambut panjang dengan highligh kecoklatan menambah kecantikan wajahnya yang kali ini di make over dengan tampilan yang natural. Dress hitam 3/4 berdada rendah tanpa lengan semakin menampilkan kemolekan tubuhnya. Keindahan leher jenjangnya lalu bulatan payudaranya yang sedikit terekspose sungguh menggoda belum lagi paha mulusnya semakin menambah keseksiannya. Dapat disimpulkan Rina memang pandai merawat tubuhnya. Penis Reno pun sudah mengeras sedari tadi saat keduanya berkenalan.


“Hmmm Ren, Reno.. “sapa Rina sambli melihat Reno yang tampak melongo memandangi tubuhnya


“Eh, iya Rin”jawabnya


“Jadi begini Ren, aku ulangi aturan mainnya ya. Aku nggak mau di cupang di leher apalagi di toked aku. Terus wajib kondom, No Anal. Untuk oral aku usahain tergantung moody aku ya. Dan ingat ya waktu main kita cuma sampai jam 3 aja. Ada Kamera di atas meja yang udah aku atur supaya bisa merekam adegan kita, tapi untuk kamu no reccord ya. Dan satu lagi aku nggak suka main kasar ya. Kalau kamu setuju kita lanjut”ucap Rina sembari mengingatkan peraturan yang mesti Reno ikuti


“Oke aku turuti permintaan kamu”ucap Reno sambil membuka kaosnya menampilkan dada bidang dan tubuhnya yang agak berotot


“terus suami kamu dimana Rin”tanyanya


“dia ada di kamar sebelah. Aku nggak mau dia melihat ku secara langsung”ujar Rina berbohong


“bagus deh kalau gitu”Ucap Reno


Rina memang bukan pekerja seks komersil atau wanita yang haus belaian dirinya merupakan wanita baik-baik seorang istri yang sah di mata hukum. Hanya saja ia berada kamar itu bukan karena keinginannya melainkan karena ingin memenuhi fantasy suaminya. Suaminya memiliki fantasy ingin melihatnya bercinta dengan orang lain. Rina awalnya menolak, namun suaminya tak kehabisan akal. Trip ke Korea yang selalu diimpikannya ditawarkan oleh suaminya dengan syarat harus memenuhi fantasinya. Rina sempat marah karena menganggap suaminya seperti melacurkannya, namun Rina akhirnya luluh juga. Setelah di yakinkan oleh suaminya. Rina juga tak ingin hubungannya menjadi renggang hanya karena masalah ini. Karena suaminya sudah begitu terobsesi. Akhirnya dengan berbagai pertimbangan yang matang Rina merubah pendiriannya tapi dengan berbagai syarat yang di ajukannya.


Suaminya terlihat senang sekali begitu Rina bilang yes. Fantasy yang berubah menjadi obsesi melihat istrinya bercinta dengan oramg lain akan segera terwujud. Suaminya lalu membuatkan sebuah sayembara pria yang akan meniduri istrinya pada sebuah forun dewasa di situs xxxx. namun pria yang beruntung itu harus memiliki kriteria yang di minta sesuai keinginan istrinya. Namun tak semudah yang di bayangkan, banyak yang minat namun tak jelas, belum lagi banyak PK berkeliaran, ada pula yang bilang tawaran hoax. Akhirnya setelah kama mencari Renolah yang berhasil memenanginya. Namun satu hal lagi, suaminya dilarang melihatnya secara langsung. Dari sisi psikis Rina tak sanggup melakukannya di depan suaminya. Mereka berdua sepakat, Rina akan merekam adegan tersebut melalui handycam.


Reno kini sudah telanjang bulat memamerkan tubuh atletisnya dan menunjukan penis tegangnya kepada Rina. Reno sudah bisasa menangkap ekspresi terkejut seperti wajah Rina saat ini yang malu-malu melihat kearah penisnya.


“Rin, kamu jangan buka baju dulu. Terus kamu minum ini biar relax. Ini kondom udah aku siapkan ya”ujar Reno menyerahkan sebotol air berwarna keunguan.


“ini apa”selidik Rina


“udah minum aja Rin, jangan takut nggak mungkin aku ngeracunin wanita secantik kamu. Hahaha”tawa Reno


Rina ragu namun tetap di minumnya juga


Reno sudah tak sabar lagi untuk menggauli Rina. Di ajaknya Rina untuk duduk di pinggir kasur. Tangan Reno mulai melingkar di pinggangnya.


“Pantes aja syaratnya berat, ternyata wanitanya seindah kamu Rin”puji Reno.


Rina hanya tersipu, setelah berbincang sedikit. Reno mulai berinisiatif mengambil tangan Rina untuk menggenggam dan mengocok Penisnya. Rina tak menolak hanya mengikuti apa maunya Reno. Digenggamnya penis Reno yang memang ukurannya lebih besar dari milik suaminya. Lalu tangannya mulai mengocok perlahan Penis Reno. Reno tak tinggal diam tangannya kini bergerak menyentuh, membelai dan menjamah tubuh Rina. Kini keduanya mulai dilanda birahi bergerak menuruti naluri alamiahnya.


Reno mulai memagut bibir tipis Rina. Keduanya saling memagut. Puting Rina kini sedang dimainkan oleh jemari Reno. Gaun Rina memang sudah di pelorotkan Reno. Sedangkan tangan Rina yang tadinya bergerak mengocok penis Reno justru berhenti. Rina sedang menikmati rangsangan jari-jari nakal dan permainan ciuaman Reno. Rina semakin Bergairah.


Rina sudah on, Dirinya kini tak ingin hanya di jamah tapi juga disetubuhi. Rasa ragu dan bimbang diawal perjumpaan kini telah hilang. Rina merasa rilex dan mulai horni. Reno dengan pintar mengetahui titik-titik sensitif Rina. Pengalaman bercinta dengan banyak perempuan membuatnya kini menjadi mahir.


Sedikit-demi sedikit keindahan tubuh Rina yang tersembunyi mulai nampak. Dress Rina yang awalnya di pelorotkan jemari Reno untuk memperlihatkan keindahan payudaranya kini telah ditanggalkannya. BH dan Cdnya juga sudah terlepas. Rina kini sudah telanjang bulat.


Rina merebahan dirinya diatas tempat tidur. Kedua kaki indahnya nampak membuka. Ternyata ada Reno yang berada tepat di depan liang vaginanya sedang memberikan service oral. Reno sempat terkagum melihat lipatan liang vagina Rina yang masih rapat dan indah berwarna kemerahan, aromanya pun terjaga. Jika ingIn mendapatkan PSK seperti spesifikasi Rina pasti amatlah sangat merogeh koceknya. Kini di dapati wanita cantik tanpa busana siap untuk disetubuhi secara gratis tanpa membayar ataupun di bayar. Jari-jarinya kini membuka bibir vagina Rina. Lalu lidahnya menyapu dan bermain merangasang klistoris Rina.


“Ouhhhh, hmmmm, Enak Ren”desah Rina


Rina tak malu-malu lagi untuk mendesah. Sapuan lidah Reno membawanya terbang keangkasa. Service oral suaminya memang tak sehebat permainan Reno.


“hhhmmm, fuck aku merinding Ren. Ouchhhhh, ahhhh”ucap Rina


Rina semakin mendesah merancau tak jelas. Rasa nikmat dirasakan keseluruh tubuhnya. Rina tau sebentar lagii dirinya akan segera oragasme. Reno begitu tahu cara cepat membuat lawannya ko.Tak berapa lama tubuhnya mengejang tanganya meremas rambut Reno.


“ouchhhhh, achhhhhh”


“aku sampe Rennnnnn, ouchhhhhh”desah Rina


Cairan cintanya meledak di vaginanya. Rina Orgasme. Reno tampak tersenyum puas berhasil membuktikan bahwa Rina tak salah pilih. Apalagi ini baru permainan bibirnya. Reno membiarkan Rina untuk menikmati sisa-sisa orgasmenya.


Reno kini duduk bersandar di papan tempat tidur. Kakinya berselonjir, penisnya kini sedang di kocok oleh tangan Rina. Rina berada di depannya, terlihat seperti wanita nakal dan menggoda. Walau terlihat amatir. Reno masih bisa menikmati service oral Rina. Sesekali lidah Rina menyapu batang Penisnya.


“Pelan-pelan aja Rin jangan sampe kena gigi”pinta Reno


Rina berusaha memberikan rasa nikmat melalui service oralnya. Namun tangan Reno yang tak bisa diam karena meremas-remas payudaranya membuatnya jadi tak fokus. Rina justru kembali on. Reno akhirnya menghentikan service oral Rina. Mengajaknya ke menu utama. Reno tak lupa memasang Kondom. Reno menyuruh Rina untuk duduk di pangkuannya. Rina mengerti, kini dirinya beranjak naik lalu turun ke pangkuan Reno. Reno memegang Penisnya mengarahkan ke liang Vagina Rina yang sedang beranjak turun. Rina menggit bibir bawahnya saat penis Reno mulai membuka bibir vaginanya lalu menyeruak masuk hingga tertelan seutuhnya di vagina Rina.


“Ouchhh Ren. Penuh banget”ucapRina sambil merasakan perih.

Penis Reno begitu terasa penuh dan dalam di dalam vagina Rina.

“lebih gede punyaku kan Rin. Hehehe”goda Reno

“Nikmatnya double loh”ujanya

“jangan ngomong doang. Coba buktiin Ren. Gede nggak menjamin”tantang Rina


“ya udah goyang Rin, pas perihnya hilang. Kamu akan mendesah keenakan hehe”ujar Reno seakan tahu apa yang Rina rasakan.


Rina mulai menggoyang pinggulnya. Reno kembali mengajaknya berciuman. Keduanya bak sepasang kekasih yang sedang bercumbu. Benar kata Reno, Rina mulai merasakan kenikmatan. Tangan Reno begitu gemas meremas kedua payudaranya sambil sesekali memilin putingnya.


“Enakan Rin”tanya Reno setelah melepas pagutannya pada bibir Rina


“Iya enak Ren”ujar Rina


“memek kamu masih peret banget Rin. Udah berapa kontol yang masuk”ucap Reno merasakan liang vagina Rina yang begitu menjepit


“Baru dua Ren”ujar Rina sambil terus menggoyang


“Pantes aja Dell. Toked kamu juga bagus Dell. Ngegemesin. Aku nyusu dulu ya”ucap Reno


“Ouchh, iya. Isep aja Renn. Sedot sepuasmu. Tapi jangan di cupang please”ujar Rina


Reno kini nampak sedang menyusu pada payudara Rina. Rina seperti tak pernah lelah untuk bergoyang di atas pangkuannya. Semakin bergoyang semakin nikmat. Rina pun merasakan orgasme keduanya akan datang. Rina tak pernah merasakan kenikmatan bercinta seperti yang dirasakannya saat ini. Benar juga kata suaminya, sensasinya akan beda dan memberinya sebuah petualangan baru. Sejauh ini suaminya hanya bisa mengantarkannya merasakan orgasmenya satu kali itu pun bisa di bilang jarang. Namun dengan Reno enatah dirinya kan berapa kali merasakan orgasme.


“Ohhhhh, ahhhhhhh, ohhhhhh”desah Rina


“aku mau sampe lagi Ren”ujar Rina.


Goyangan Rina semakin liar. Wajah Reno dilepas paksa dari payudaranya oleh Rina. Bibir Rina nya langsung mecumbu bibir Reno secara liar. Reno merasakan kenikmatan ganda. Liang vagina Rina seakan semakin memijit penisnya. Mungkin jika Reno tak mengkonsumsi penambah stamina. Dirinya sudah ejakulasi sedari tadi. Namun kini Spermanya berada di ujung penisnya. Keduanya klimaks secara bersamaan.


“aku juga mau keluar Rin. Memek kamu enak banget. Bareng kita Rin”ucap Reno


“Iyahh, ouchhhh, ahhh”

“Ohhhhhhhhhhhhhh”desah Rina


“akhhhhhhh”desah Reno


“crotttt, crottz, crotzzz”semburan peju penis Reno secara bersamaan dengan orgasme yang dirasakan Rina


Keduanya mulai mengatur nafas. Sesaat kemudian Rina langsung merebahkan tubuhnya di samping Reno. Reno terlihat melepas kondom yang menampung spermanya. Mengambil tisu dan mengelap batang penisnya. Anehnya penisnya tidak turun dan tetap berdiri. Reno kembali menghampiri Rina yang terlihat kecapean. Reno kembali membuka kedua kaki Rina.


“Ren kondom, Ren”ujar Rina mengingatkan


“Tenang aja Rin aku bersih lagi nggak enak pake kondom”ujar Reno tanpa memperdulikan permintaan Rina lalu melakukan penetrasi kembali penisnya pada liang vagina Rina.


Tanpa susah payah penisnya kembali masuk ke liang senggama Rina yang masih becek. Rina tak bisa berbuat banyak hanya bisa merasakan hujaman penis Reno yang melesat maju mundur di liang vaginanya. Bibir Reno kembali mengulum putingnya. Reno secara diam-diam membuat beberapa tanda cupangan merah pada bulatan payudara Rina. Reno begitu gemas dengan payudara Rina yang padat dan kenyal begitu enak untuk di remas-remas dan dimainkan. Rina kembali mendesah setengah jam kemudian Reno memuntahkan spermanya di perutnya. Tidak begitu banyak cairan kental Reno. Reno lalu membersihkan sisa spermanya. Reno merasa belum puas, tubuh indah Rina terlalu sayang bila tidak di nikmati secara maksimal. staminanya masih terjaga. Kini Rina kembali di setubuhinya mula-mula dengan doggie style lalu tak berapa lama kedunya bergonta-ganti gaya. Bahkan Rina hanya pasrah saat Reno menyemburkan spermanya di dalam vaginanya. Rina sempat terkaget, namun hanya memukul pelan Reno. Reno tersenyum lalu Rina Tak menunjukan kemarahannya keduanya kembali berciuman.


Waktu pun cepat berlalu setelah sempat beristirahat sebentar keduanya kini sudah bersiap-siap. Tak berselang lama kemudian suami Rina datang menjemput. Rina terlihat sudah cantik dan rapih kembali. walaupun wajahnya terlihat letih. Suami Rina dan Reno pun berjabat tangan menandakan transaksi yang berjalan sesuai agenda. Secara diam-diam Reno sempat menawarkan kepada Rina untuk mengajaknya bercinta lagi di lain waktu namun tanpa sepengetahuan suaminya. Rina menolaknya secara halus.


Sesampainya di rumah Rina kembali oleh disetubuhi oleh suaminya. Rasa puas terpancar di wajah suaminya saat melihat hasil rekaman Rina.


“wow, kamu begitu liar dan terlihat binal sayang”ucap sang suami


“kan harus totalitas mas. Biar kamu puas. Kamu kok aneh mas, nggak marah apa nyesel gitu”ucap Rina


“nggak Rin justru sulit aku jelasinnya. Kamu nggak usah boong sayang, kamu menikmatinya kan. mau coba lagi”tawar Suami Rina


“terserah kamu mas. Tapi aku maunya kamu juga main. Biar kita seri”ucap Rina


“Ok Deal kalau gitu kita coba yang lain treesome or swingers oke sayang”jawab suami Rina


“terus program anak kita gimana Mas”ucap Rina


“udah nanti aja tunggu Ivan sampai TK dulu”ucap suaminya


“Dasar kamu Mas” ucap Rina lalu keduanya tertawa bersama.


Di sebuah Kamar…



Rina nampak sedang mencumbu bibir suaminya. Namun tak hanya mencumbu, pinggang Rina juga ikutan bergoyang merasakan sensasi nikmat goyangan penis suaminya yang sudah berada di dalam liang senggamanya. Kedua pasangan suami istri itu sedang bercumbu memadu kasih. Rina dalam posisi duduk berpangku menghadap suaminya. Kedua mata Arman tak pernah lepas memandang dan mengagumi tubuh indah istrinya. Arman merasa beruntung mendapatkan Rina menjadi istrinya. Selain cantik, putih dan mulus ternyata Rina juga merupakan istri yang penurut.


“Plokkk Plakkk plokkk”


Tangan sang suami tak tinggal diam. Meremas-remas bulatan kenyal payudara Rina. Setelah puas saling memagut, Mata Rina nampak memperhatikan wajah suaminya. Hingga akhirnya keduanya saling berpandangan. Rina tersenyum. Lalu berbisik di telinga suaminya


“Aku sayang kamu mas”ucapnya


“Aku juga sayang kamu Rin”ucap sang suami



Rina tak menampik dirinya merasakan perubahan dalam gairah sexnya. Kini dirinya lebih bergairah dalam urusan ranjang. Rasa nikmat yang dirasakannya setelah peristiwa kemaren membuat tubuhnya menginginkannya lagi. Mau tak mau, suka tak suka tubuhnya suka membanding-bandingkan saat dirinya bercumbu dengan suaminya dan juga Reno.


Rina mulai rindu akan nikmatnya hujaman-hujaman penis Reno. Reno memang lebih lihai dan mampu memberikan arti kenikmatan bercinta yang sesungguhnya. Namun Rina tak mau berterus terang dan tak ingin menyakiti hati suaminya. Dilain pihak sang suami Arman mulai menyadari perubahan permainan ranjang istrinya. Rina kini lebih aggresif dan liar. Rina yang semenjak melahirkan anak pertama gairah sexnya mulai menurun dan kadang suka menolak saat diajak berhubungan badan mulai berubah setelah peristiwa itu, kini tanpa dimintapun Rina sering memberikan kode meminta jatah padanya. Rina kini bergairah kembali. Suka mengoda Arman dengan pakaian-pakaian minimnya.


Arman menyukai perubahan Rina. Namun Arman juga kadang kualahan melawan gairah sex Rina. Arman tahu inilah hasil akibat ulahnya memberikan Rina pengalaman bercinta dengan orang lain. Arman memang puas fantasynya dapat terwujud. Namun perubahan gairah seksual Rina membuatnya tak bisa lagi mengimbanginya. Rina terlalu mudah horni dan sering meminta jatah padanya. Belum lagi efek akibat Arman sering menonton video Rina sedang bercumbu dengan Reno. Membuat dirinya jadi lebih sering beronani yang secara tak langsung membuat penisnya jadi lebih sensitif dan cepat berejakulasi. Arman mulai menyadari kadang dirinya tak bisa memuaskan istrinya. Sama seperti malam ini Arman tak kuat lagi menerima goyangan dan jepitan liang senggama Rina.


“Hmmmmm Rin, aku udah nggak kuat lagi”ucap sang suami


“Ta, tahan bentar mas. Aku juga mau sampe”ucap Rina sambil mempercepat goyangannya


“Plokkk Plakkk plokkk”


“hmmm, ahhhhh, ohhhhhh”


Sedang enak-enaknya Rina mulai menyadari Arman akan sampai pada puncaknya. Penis Arman terasa mulai berkedut dan bergetar diliang senggamanya. Arman tak bisa menahannya lagi.


“mas, tahan bentar please”pinta Rina


“maaf Rin, aku udah kuat lagi. Goyangan kamu hotz banget, aku sampe ohhhhh….”ucap sang suami


“crotttzz, crotzzz, crotzzz”


“Ih, kamu mas..”ucap Rina sebal


Rina berhenti bergoyang sambil merasakan sperma Arman menyeprot bekali-kali di dalam liang senggamanya. Hingga penis Arman pun semakin lama semakin meciut.


“Host, hosttt”Arman mengatur nafasnya


“aku nggak kuat sama goyanganmu sayang. Maaf ya kamu belum sampe”ucap sang suami


“ya udah nggak papa Mas. Mungkin Kamu lagi capek ya”ucap Rina tersenyum


Bagaimana pun juga Rina tetap sayang dengan suaminya. Walaupun Rina belum merasakan orgasmenya. Rina tetap senang karena suaminya bisa sampai pada puncaknya. Setelah berbincang-bicang sedikit keduanya pun tertidur.


Sebulan sudah peristiwa saat Rina merasakan pengalaman barunya berlalu. Hingga sampai kini hanya Armanlah partner bercintanya. Arman beberapa kali sempat menggodanya dengan menawari beberapa pria. Namun Rina masih belum tertarik dengan beberapa calon pilihan Arman. Arman agak kesulitan untuk memenuhi kriteria Rina. Apalagi Rina termasuk orang yang pemilih dan tak mau dengan orang yang sama. Walaupun Rina sebenarnya rindu ingin bermain lagi dengan Reno. Rina hanya bisa menahan gairahnya yang sedang meledak-ledak apalagi Arman kini sedang disibukan oleh pekerjaannya.


Malam ini Rina sedang bergairah dan mengenakan pakaian yang mengundang hawa nafsu. Daster sexy dengan kedua tali menggantung tak mampu menutupi paha mulusnya. Bukit atas payudaranya juga terlihat menyembul keluar karena kedua kancing atasnya sengaja dibuka belum lagi kedua putingnya pun terlihat samar-samar terlihat menonjol di kain dasternya. Rina memang tak mengenakan Bhya, dirinya memang sengaja seperti biasa ingin menggoda sang suami. Rina pun dengan nakal berphoto selfie lalu mengirimkam photo tersebut ke handphone suaminya.


“Mas, cepet pulang kutunggu”bunyi pesan Rina berikut gambar photo sexy dirinya


“waduh mah”balas sang suami dengan emot konak dan sedih


“maaf mah, aku masih sibuk. Kalau kamu udah nggak tahan kamu goda aja pria yang lewat depan rumah atau aku kirimin orang aja ya”balas lagi suaminya


“Emang kamu Rela Mas. Ya udah aku goda tetangga atau sama Pak Rt aja ya, yang suka godain aku mas”jawab sang istri


“ya udah Mah yang penting main aman aja”balas sang suami


“emang gila kamu mas, Istrinya di garap orang kok seneng bener. Ya udah semangat kerjanya aku tunggu kamu dirumah”balas Rina


“ggp mah yg penting kamu puas. okey Darling. Tunggu aku ya, atau kamu tidur aja dulu”balas sang suami


Memang gila suaminya pikir Rina. Tak pernah menyerah menggodanya untuk bercinta dengan orang lain lagi. Rina mulai terlihat gelisah. Dirinya sedang bergairah namun suaminya masih sibuk di kantornya. Ingin rasanya bermasturbasi namun Rina tak begitu menyukainya karena memang lebih enak bercinta dengan lawan . Rina merasa kesepian apalagi dirumahnya kini sedang sepi. Anaknya sedang berada di rumah kedua orangtuanya.


“Tok, tok, tok”bunyi pintu rumah Rina


“Pak Arman”seru suara dari depan rumahnya


Rina pun nampak bertanya-tanya siapa yang mengetuk pintu rumahnya malam-malam begini. Rina nampak mengintip dari jendelanya. Dilihatnya Pak Beni yang merupakan pak Rt sekaligus tetangganya sedang berdiri di depan rumahnya.


“panjang umur nih orang tadi abis di omongin”


“mau apa pak Beni kesini”pikir Rina


Rina yang tak sadar mengenakan baju sexy langsung membuka pintu rumahnya dan menyapa tetangganya itu


“malam Pak Beni, ada apa ya”sapa Rina dengan senyuman


Pak Beni nampak mematung begitu melihat tetangga cantiknya keluar dengan pakaian sexy. Penisnya langsung berereksi saat itu juga


“pak”


“Pak Rt. Kok bengong ya”ucap Rina


“Aduh bu Rina, malem-malem begini bikin tegang aja. Pak Arman ada bu?”ucap Pak Beni menatapnya dengan tatapan nakal


Rina pun menyadari tatapan nakal tetangganya itu. Apalagi mata pak Beni tertuju ke arah payudaranya. Rina baru tersadar mengenakan daster sexy apalagi kedua kancing atasnya terlepas memamerkan gundukan putih atas payudaranya. Akhirnya Rina berbalik sebentar dan segera mengancingkan kedua kancing atas dasternya.


“Eh pak Beni, kebetulan Mas Armannya belum pulang kerja pak”ucap Rina


“oh belum pulang bu. Boleh saya masuk bu ada yang mau saya omongin”ucap Pak Beni


“Ya udah masuk dulu aja Pak Beni”jawab Rina tanpa curiga


Keduanya kini sedang duduk di ruang tamu. Rina dihadapkan dengan situasi canggung. Karena memang jarang mengobrol dengan pak Rt. Apalagi Pak Beni merupakan Pak Rt yang suka menggodanya.


“Bu Rina cantik sekali malam ini. Kok Pak Arman mau-maunya milih lembur dibanding temenin istri cantiknya hehe”ujar Pak Beni


“ah bisa aja Pak Beni. Emang Pak Beni mau ngomong apa?”jawab Rina


“Begini Bu Rina sebenernya ada info penting yang harus pak Arman tahu sebagai warga disini. Tadi saya sudah telepon pak Arman. Saya disuruh menunggu sekaligus menemani istrinya sampai pak Arman pulang”ucap Pak Rt lalu beranjak mendekat dan duduk di sebelah Rina


“disuruh nemenin gimana Pak”tanya Rina dengan sedikit risih


“masa Bu Rina nggak tahu. Disuruh nemenin Bu Rina”ucap Pak Rt sambil meraba paha mulus Rina


“Eh pak Rt jangan kurang ajar ya. Emang Arman bilang begitu tadi”tanya Rina sambil menepis tangan Pak Beni


“Haduh kan udah saya bilang berkali-kali bu. Saya di suruh nemenin Bu Rina sampai dia pulang”bisiknya mesum di telinga Rina


“ ya nemenin yang gimana dulu Pak”tanya lagi Rina


“Nemenin Bu Rina bercinta hehe”ucap sang Rt kurang ajar


Rina hanya terdiam. nampak bertanya lagi didalam hati. Apa benar suaminya yang menyuruhnya kesini untuk menidurinya. Kenapa Arman tak meminta persetujuannya. Rina meminta ijin kebelakang untuk membuatkan minuman buat Pak Beni. Rina ingin memastikan ucapan pak Rt dan segera menelpon suaminya. Namun panggilan telpnya tidak dijawab-jawab oleh suaminya. Akhirnya Rina yang menyadari sudah teralu lama di dapur, segera membawa minuman dan duduk agak menjauh dari tamu mesumnya itu. Rina bingung untuk bertindak dan masih terus bertanya-tanya apa benar suaminya menyuruh pak Beni untuk menemaninya malam ini atau Pak Beni hanya sedang menggodanya saja. Melihat Rina yang hanya duduk terdiam membuat Pak Beni yang sudah menahan konak kembali mendekat kearah Rina. Pak Benni duduk disamping Rina dan tangannya tanpa permisi langsung meremas payudara Rina.


“saya udah nggak tahan Bu Rina”


“Gede juga Bu, bener kan nggak pake BH hehe”ucap Pak Rt


“Ja, jangan Pak Beni”ucap Rina yang langsung memegang tangan Pak Beni agar berhenti bergerak di payudaranya. Namun Rina tak benar-benar menolaknya dan membiarkan tangan Pak Beni semakin meremas-remas kedua payudaranya.


“udah nikmatin aja Bu Rina. Nih putingnya udah keras. Bu Rina suka kan”ucap Pak Beni sambil jemarinya menjepit putting Rina


Remasan-remasan tangan nakal pak Beni membuat Rina mulai terangsang dan menyulut birahi yang sedari tadi di tahan-tahannya. Rina antara rela dan tidak rela tubuhnya dijamah karena partnernya kali ini merupakan tetangganya sendiri sekaligus Pak Rt di rumahnya. Pak Beni yang berperawakan seperti om-om dengan kumis tebal dan perut buncitnya itu akan segera menidurinya. Rina merinding dan justru malah semakin horni membayangkan dirinya ditiduri oleh om-om seperti pak Rt. Belum lagi Rina mendengar desas-desus Pak Rtnya itu suka menggoda para ibu-ibu tetangganya selain itu Pak Beni juga terkenal suka main perempuan bayaran.


Pak Beni yang sedang menggrepe-grepe Rina terlihat senang melihat reaksi diam Rina. Apalagi Rina terlihat mulai terpancing oleh birahinya. Rina tak terlihat melawannya dan justru seperti menikmati kenakalan tangannya pada payudaranya. Sedari tadi Pak Beni memang sudah bernafsu melihat Rina dengan pakaian sexynya. Naluri kelakiannya bangkit. Pakaian sexy yang Rina kenakan menandakan Rina sedang ingin di madu kasih. Pak Beni pun merencanakan akal bulusnya namun Pak Beni tak menyangka semudah ini menaklukan Rina. Apalagi wanitanya secantik Rina itu merupakan idola istri idaman di daerahnya. Selama ini memang Rina terlalu sulit untuk di dekati. Kesempatan langka ini takkan disia-siakan oleh pak Rt mesum.


Pak Beni mulai berani mencumbu bibir Rina, Rina kembali hanya diam saja saat bibirnya mulai dikecup bibir pak Rt. Bibir Pak Beni mulai memagut bibir Rina, tangannya tetap meremas-remas kedua bongkahan payudaranya, Rina yang sedari tadi diam saja mulai membalas cumbuan Pak Beni. Rina dilanda birahi. Liang senggamanya semakin basah. Pak Beni memang bukan tipikal pria kriterianya yang diinginkan Rina untuk menjadi partner sexnya. Namun kalau nafsu sudah meninggi Rina tak peduli siapa lawan mainnya. Toh suaminya sudah mengijinkannya pikir Rina.


Tangan Rina tanpa sadar berada tepat di penis Pak Beni. Mengelus dan meraba-raba penisnya yang sudah tegang namun masih tersangkar di celana pendek pak Rt. Pak Beni tahu Rina sudah terangsang. Tangan Pak Beni mulai menuruni kedua tali Daster Rina. Rina menepis tangan pak Beni melepas cumbuan bibir mesum pak Rt.


“Pak pindah ke kamar aja yuk”ajak Rina stelah melepas pagutan bibir Pak Rt


Rina pun mengajak Pak Rt menuju ke kamar tidur Tamu.


“Pak, aku minta bapak menjaga rahasia ini ya pak”pinta Rina


Pak Beni hanya memgangguk saja.


“bapak bawa pengaman kan”ucap Rina lagi


“Mana enak Bu Rina”ucap Pak Rt


“Ya udah jangan di dalam ya pak. Aku lagi subur”ucap Rina


Pak Beni hanya mengangguk saja.


Rina langsung menelanjangi dirinya. Begitu takjub Pak Beni melihat kemolekan dan kemulusan tubuh Rina tetangganya. Keindahannya melebihi ekspektasinya selama ini. Payudara Rina terlihat besar dan kencang dengan puting merah mudanya. Bulu-bulu kewanitaan Rina juga tidak lebat dan terlihat tertata Rapih. Tubuh Rina begitu putih dan mulus seperti bintang bokep asia yang sering di tonton pak Beni. Pak Beni pun segera menelanjangi dirinya juga. Terlihat perut buncitnya dan juga penisnya yang sudah menegang. Pak Beni menyuruh Rina untuk tiduran. Nafsunya sudah di ubun-ubun namun pengalamannya yang banyak di dunia perlendiran membuatnya tidak langsung ke hidangan utama tapi memberikan service Oral Sex buat Rina.


Rina membuka Kedua kakinya merasakan hembusan nafas Pak Rt di liang senggamnya.


“Bagus banget Bu Rina memeknya lipatannya masih rapih. Masih seret nih kayaknya hehe”ucap Pak Rt


Lidah Pak Rt mulai menjulur, merangsang di bibir dan area liang senggama Rina. Rina mulai menikmati sapuan nakal lidah pak Rt.


“ahhhhh, ohhhhh”Rina melenguh saat lidah pak Beni menyapu dan menggelitik liang kewanitaannya


Pak Beni begitu terampil merangsang dirinya melalui permainan lidahnya. Penampilan memang tidak menjamin. Awalnya Rina berfikiran om-om seperti Pak Beni pasti akan langsung melakukan penetrasi namun salah. Pak Beni tak egois memulai permainan dengan rangsangan lidah pada liang senggamanya. Lama-kelamaan Rina merinding dibuatnya. Membuat nafasnya kian memburu. Rina tak munafik, Rina menikmati permainan Pak Beni.


“Ohhhhh, pak Beni.”desah Rina


Lidah pak Beni terus menyerang titik-titik sensitif Rina. Menggelitik dan menyapu klistorisnya. Tangannya juga tak tinggal diam, sesekali meremas-remas payudara Rina. Rina terus mendesah. Cairan kewanitaanya semakin membanjiri liang senggamanya. Pak Beni mulai melentikan satu jarinya agar ikut bermain, menggosok lalu masuk kedalam liang senggama Rina. Mengocok lalu dimaju-mundurkan jarinya membuat Rina kian mendesah. Tak berapa lama kemudian kini bertambah menjadi dua jari yang sedang bergerak di liang senggama Rina


“Ohhhhhh, Ohhhhh, ohhhh”desah Rina


“keluarin aja Bu Rina, desah yang keras. Hehehe nikmat kan”ucap Pak Beni


“iya pak, nikmat ohhhh”ucap Rina


Mendapat rangsangan yang terus menerus di daerah sensitifnya membuat Rina kian tak tahan lagi. Tubuhnya bereaksi mengejang dan bergetar orgasme pertamanya pun diraihnya seiring dengan semakin cepatnya kocokan kedua jari pak Rt pada liang senggamanya.


“ohhhhhhhhhhhh. Pakkkkkk”desah Rina sambil tangannya meremas sprei tempat tidurnya


Pak Beni tampak tersenyum puas mendapati Rina sudah mendapatkan orgasmenya. Tinggal menunggu waktu baginya untuk merasakan liang surga Rina. Tak terbayang olehnya sebentar lagi akan dapat merasakan kehangatan tubuh primadona tetangganya itu. Bahkan dari semua wanita yang pernah ditidurinya tak ada yang semolek dan seindah tubuh Rina. Setelah mengatur nafas tanpa diminta Rina secara bergantian memberikan service oral buat pak Rt. Digenggamnya dan dilihatnya Penis Pak Rt yang terlihat lebih gemuk namun panjangnya seperti milik suaminya walau tak sebesar milik Reno.


“Ohhh, Rin”ucap Pak Rt yang mulai merasakan kocokan tangan Rina.


Lidah Rina pun mulai menjulur, menjilati kepala Penis pak Beni lalu setelah itu menyapu keseluruh batang penis Pak Rt. Rina lalu menelan seluruh penis Pak Rt dan mulai mengulumnya. Kepalanya maju-mundur menelan penis pak Rt dan memberikan sensasi nikmat yang dirasakan oleh pak Beni.


“Ohhh, enaknya Rin sponganmu”


“Udah cantik jago nyepong lagi”


“Benar-benar istri idaman”ucap Pak Rt


Pak Beni tak menyangka ternyata Rina juga lihay oral sex walaupun tak sejago para psk yang pernah disewanya. Namun melihat yang mengoral wanita secantik Rina membuat penisnya pun mulai berkedut. Rina terus mengulum penis Pak Beni. Biasanya Rina selalu membuat peraturan bila bercinta dengan orang lain seperti Reno. Namun dengan Pak Rt. Dirinya hanya bisa pasrah menikmati sex tanpa aturan. Semakin lama penis pak Rt semakin berkedut. Rina tahu pak Rt akan segera berejakulasi. Rina ingin melepaskan penis pak rt dari dalam bibirnya namun tangan pak Rt menahan kepalanya.


“Oh, Rin. Telen pejuku hehe”


“Crotzzz, crotzzz, crotzzz”


Pak Beni pun menyemburkan sperma di dalam mulut Rina. Yang mau tak mau ada cairan yang tertelan dan membuat Rina terbatuk dan memuntahkan sisa cairan peju pak Rt di lantai kamarnya


“minum nih Rin,.maaf ya”ucap.Pak Rt sambil menawarkan segelas air putih yang sudah ada di meja atas meja rias


Rina pun langsung meminum segelas air tersebut.


Setelah keduanya mengatur nafas. Rina kini dalam posisi terlentang diatas tempat tidur kedua kakinya nampak membuka. Di depannya Pak Beni terlihat sedang berusaha memasukan penisnya. Penis Pak Rt secara perlahan-lahan mulai menyeruak masuk kedalam liang senggama Rina yang sudah basah. Rina mengigit bibir bawahnya merasakan penis Pak Rt mulai memasuki tubuhnya hingga akhirnya batang penis pak Rt tertelan seutuhnya di dalam liang senggamanya.


“Ohhhhhhhh”desah Rina merasakan penis Pak Rt serasa penuh di liang senggamanya.


“Ohh Rin, sempitnya”ucap Pak Rt mendiamkan penisnya


Tanpa berlama-lama penis Pak Rt mulai bergerak dan menghujam liang senggama Rina. Terlihat senyuman di wajah pak Rt saat penisnya melakukan penetrasi di liang senggama Rina. Apalagi Rina kini mulai mendesah keenakan.


“Hmm, ohhhhh,ahhhh”


“Ohhhh,ohhhh,ohhhhh”desah Rina


Ekspresi keenakan wajah Rina membuat pak Rt kian semangat mempercepat goyangannya. Kedua payudara Rina pun ikut bergoyang. Membuat tangan Pak Rt tak sabar segera menjamah, meremas-remas payudara milik Rina secara bergantian.


“Ohhhhhh, ohhhh, ohhhhh”desah Rina


“ahhhhh, Ahhhh, ohhhhh”


“Plokkkkplakkkkplokkkk”


Pak Rt begitu menikmati cengkraman liang senggama Rina. Desahan Rina juga menambah kenikmatan bercintannya. Belum lagi tangannya saat ini bermain pada payudara Rina. Bulatannya yang padat sangat enak untuk diremas-remas oleh kedua tangannya.


“Oh Rin. Akhirnya bisa ngentotin kamu juga. Kirain cuma bisa mimpi”ucap Pak Rt


“Enakan Rin penis pak Rt”goda pak Rt


“Ohhhh, iya pak. Enak”desah Rina


“ohhhhhh, ohhhhh, ohhhhh”


“Ahhhhh,ohhhh ,ahhhh”


Hujaman dan hentakan Penis Pak Rt terasa begitu nikmat buat Rina. Belum lagi rangsangan yang diterima di payudaranya membuat Rina keenakan. Bibir pak Rt kini menyusu dan menyedot-nyedot putingnya. Rina mulai tak tahan mendapat begitu banyak rangsangan. Tubuhnya bergetar seperti tersetrum rasa nikmat. Rina pun mendesah keras manandai orgasmenya.


“Ohhhhhhhhhhhhhhhh”desah Rina sambil meremas sprei tempat tidurnya.


Pak Rt mendiamkan lalu mencabut Penisnya memberikan waktu buat Rina untuk mengatur nafas dan menikmati sisa orgasmenya. Setelah itu, pak Rt menyuruhnya untuk menungging. Rina pun mengikuti keingin Pak Rt. Lalu kini dari arah belakang Pak Rt kembali menghujamkan penisnya pada liang senggamanya dengan gaya doggiestyle.


“Ohhhhhhh”


“Hmmmmmm”desah Rina merasakan penis pak Rt kembali menghujam liang senggamanya


Penis pak Rt kembali bergerak melakukan penetrasi dari arah belakang Rina. Rina mulai mendesah begitu pun Pak Rt merasakan nikmatnya cengkraman liang senggama Rina. Tangan pak Rt mulai meremas-remas kedua payudara Rina.


“Ohhhh, ohhhhh, ahhhhhh”desah Rina


“plakkkkk”tampar pak Rt pada pantat mulus Rina sambil menghujam cepat penisnya di liang senggama Rina



“Oh Rin, kalau udah mendesah kamu nggak ada beda sama perek yang saya sewa”


“bapak boleh ngentotin kamu terus ya”


“memek kamu bakal bikin nagih nih Rin, ohhh”ucap pak Rt


“Ohhh, bapak ijin dulu sama suami saya”ucap Rina


“nggak usah ijin Rin. Kayak sekarang aja diem-diem aja nanti kamu saya bayar”ucap Pak Rt sambil terus menghujamkan penisnya pada liang senggama Rina


“Ohhh, saya bukan wanita bayaran Pak Rt”ucap Rina


“Ya udah terserah kamu. Pokoknya nanti saya mau ngentotin kamu lagi”ucap Pak Rt


Rina hanya diam dan mendesah keenakan merasakan hujaman penis Pak Rt semakin intens di liang senggamanya


Saat keduanya sedang asiknya bercinta.


Terdengar suara pintu kamar dibuka


“Klek”


“Rina….”


“Pak.Rt….”ucap Arman terkaget lalu tersenyum melihat keduanya sedang bercinta


Arman memergoki keduanya tengan bercinta. Namun pak Rt seakan tak peduli dan tetap melakukan penetrasi pada liang senggama Rina.


“aduh Pak Arman maaf saya udah kurang ajar. Enak banget memeknya istri Pak Arman nanti Pak Arman juga Boleh cicipin Juleha istri saya ya”ucap Pak Rt sambil terus bergoyang


“Lihat tuh Pak Arman Rina sampe keenakan saya entot. Tadi dia memang nakal godain saya pake baju sexy. Mana nggak pake Bh lagi. Akhirnya ya beginilah. Saya ngentotin istri pak Arman”ucap Pak Rt


“Wah Pak Rt menang banyak bisa nikmatin istri saya”ucap Arman


“Yang penting bisa jaga rahasia ya pak Rt”ucap Arman


“Ya udah lanjut aja Pak Rt. Pak Rt main aja, saya mau ngeliat aja sambil onani”ucap Arman yang langsung memelorotkan celana bawahnya.


“Kamu kenapa nggak bilang Rin main sama pak Rt. Aku telp balik nggak diangkat-angkat. Kirain ada apa-apa eh malah nakal ya main sama pak Rt”ucap Arman sambil mngocok penisnya


Rina tak bisa menjawab pertanyaan Arman da hanya diam saja karena penis Pak Rt terus menghujam liang senggamanya. Justru Rina merasakan sensasi aneh saat melihat suaminya menontonnya bercinta. Membuat gairahnya bertambah


“ohhhhhh, masssssss”


“ahhhh,ohhhh,ahhhhh”


“Ohhhh,ohhhhh,ohhhhh”desah Rina sambil memejamkan matanya menikmati hujaman penis Pak Beni


“Lihat tuh Pak Arman Rina sampe keenakan, sepertinya Bu Rina memang Binal Pak Arman"ucap Pak Rt


“Iya Pak Beni, istri saya memang binal”ucap Arman sambil terus mengocok penisnya sendiri


Kini impian Arman terwujud melihat istrinya bercinta dengan orang lain secara langsung. Wajah Rina terlihat Binal. Payudaranya nampak bergoyang-goyang sesekali diremas-remas oleh tangan nakal pak Rt. Suara desahan Rina membuatnya bergairah dan jantungnya bedetak kencang. Arman sangat menikmati pemandangan ini. Penisnya mulai berkedut seiring semakin cepatnya tangannya mengocok penisnya sendiri.


Rina tak berani menatap ke arah suaminya. Hanya memejamkan matanya saat penis Pak Rt terus menghujam liang senggamanya dari arah belakang.


“Buka matamu Bu Rin. Lihat suamimu begitu menikmati kamu di entot sama saya”ucap Pak Rt


Rina membuka mata dan menatap kearah suaminya yang sedang berdiri sambil bermasturbasi.


“Goda dia Bu Rin”bisik Pak Beni


“Ohhhhh Masss, aku di entotin pak Rt ini massss”desah Rina


“Ohhh mas, enak masssss”


“Ohhhhh,ohhhh,ohhhh”


Semakin menggoda suaminya justru membuat Rina akan mencapai klimaksnya


“aku nggak kuat lagiii masss”


“Aaaaaaaaahhhhhhhhhh, mas Armannnnn”desah Rina sambil meraskan orgasmenya


Disaat yang bersamaan Arman pun mencapai puncaknya. Spermanya menyembur berkali-kali ke lantai. Begitupun Penis pak Rt yang mulai berkedut. Pak Rt pun sudah tak tahan lagi merasakan nikmatnya jepitan liang senggama Rina.


“pak diluar”pinta Rina


“Ohhh, Bu Rinaaaa”


Pak Rt pun segera mencabut penisnya


“crotttzzz,crotzzz,crottzzzz”sembur cairan sperma Pak Rt pada punggung Rina.


Setelah mengatur nafas dan berbincang sedikit. Arman langsung tertidur di atas kasur kecapaian. Sedangkan Rina sudah mengenakan pakaian dasternya lagi. Begitupun Pak Rt yang sudah memakai baju dan bersiap pulang.


Rina mengantar pak Rt sampai di ruang tamu. Namun Pak Rt meminta Rina untuk melayaninya sekali lagi di ruang tamu. Rina memberi syarat ini akan menjadi persetubuhan terakhir mereka. Kedua tangan Rina nampak menumpu pada tembok dan badannya menungging ke belakang. Kain dasternya terangkat keatas oleh tangan Pak Beni. Dan Penis Pak Beni kembali melakukan pemetrasi dari arah belakang. Sambil berdiri keduanya melakukan adegan persetubuhan. Rina kembali mendesah walaupun sudah kecapaian.


“Ohhhh,ohhhh,ohhhhh”


Setelah bergonta ganti posisi dan sudah mengalami orgasmenya kembali Rina kini tidur terlentang di atas sofa panjang. Pak Rt berada diatasnya menindihnya sambil menyetubuhinya. Bibir pak Rt mencium bibir Rina. Penisnya mulai berkedut-kedut tanda akan mencapai klimaks. Penisnya di hujamkannya semakin dalam keliang senggama Rina. Hingga akhirnya penisnya pun menyemburkan sperma di dalam liang senggama Rina.


“Oh, Rin…”


“crottzzzz,crottzzz,crottzzz”


Setelah puas bercinta dengan Rina akhirnya pak Rt pulang kerumahnya. Sedangkan Rina tertidur di sebelah suaminya. Pada saat dini hari Arman kembali menyetubuhi Rina. Sambil mengobrol Rina pun tahu bahwa pak Rt tidak pernah disuruh suaminya untuk menemaninya bercinta. Namun nasi sudah menjadi bubur. Rina tak munafik Pak Rt dapat memuaskannya, dilain pihak Arman juga puas. Lebih-lebih Pak Rt pasti puas juga


“Mas, aku takut pak Rt pasti bakalan minta jatah lagi gimana dong”ucap Rina


“pasti lah. siapa yang nggak kesemsem sama tubuh kamu Mah”ucap Arman


“Ih serius”ucap Rina sambil memukul suaminya


“………”ucap suaminya


Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)